Instagram

Friday, January 24, 2014

Perjalanan ke Kota Batu sebenarnya bukan termasuk agenda liburan gue. Rencana awal adalah Sempu Bromo dan Air Terjun Madakaripura tapi hanya bromo yang berhasil dikunjungi. Gue memutuskan berangkat ke Sempu karena cuaca yang kurang mendukung. Selain itu H-1 sebelum gue berangkat di twitter lagi rame bahas Pulau Indah ini yang Video perjalanan seseorang berhasil menang dalam Lomba Indonesia Kaya Rasa. Twitwar malam itu bener-bener membuat gue berfikir seribu kali untuk mengunjungi Cagar Alam yang hampir rusak itu. 

Setelah menimbang baik dan buruknya akhirnya gue kabarin temen-temen yang gabung dalam trip gue kali ini bahwa kita batal ke Sempu dikarenakan cuaca yg tidak mendukung. Akhirnya mereka setuju dan kitapun berubah haluan untuk explore Malang dan Batu aja. Oke sebelum lebih lanjut gue kenalin tersangka Lost in Batu kali ini. Ilham (gue), Rizky, Jo, Tante Fuji, Tante Triani, Tante Enha, Tante Zares, Tante Hetty. Rizky dari Purwokerto, Jo dari Jakarta, Gue Kediri dan rombongan tante-tante itu dari Bandung.

Gue, Tante Fuji, Tante Hetty, Tante Triani, Tante Zares
Jo dan Rizky. Fotographer tante Enha


Pagi itu Jum'at 18/01 gue berangkat ke Malang dengan Bus Puspa Indah pukul 08:00 dari Kediri. Singkat kata gue udah di perjalanan menuju malang dan rombongan tante itu udah nyampek malang duluan dan mereka langsung menuju ke Wisma Bhaswara tempat kami menginap nantinya. Sedangkan Jo dan Rizky masih terombang-ambing di stasiun malang kota lama nungguin gue dateng. Gue pun akhirnya sampek di stasiun kota lama sekitar pukul 11:30 dan langsung ketemu sama Jo dan Rizky. Kita bertiga langsung menuju Wisma Bhaswara.

Sesampainya di Wisma Bhaswara ternyata semua kamar udah full booked dan akhirnya kami ber 8 berada dalam 1 kamar. Sekedar info Wisma Bhaswara ini milik TNI dan 1 kamar berisi 6 Bed hanya dihargai 100.000 permalamnya. Cukup bersahabat di kantong kami. Tapi kalo nginep disini jangan lupa bawa steker T atau Terminal T. Karena disini colokan cuma 2 per kamarnya. 

Setelah kita bertiga sampai di Wisma ternyata rombongan tante-tante ini mau kulineran ke Bakso Presiden tapi karena masih capek kita bertiga cowok-cowok kece mutusin untuk stay di wisma aja. Akhirnya pergilah rombongan tante-tante itu dan kami bertiga tidur. zzzzzzzz

Sekitar pukul 15:00 rombongan tante yang baik hati itu dateng dan bawain kami Nangka. Wih sedap langsung sikat. Abis makan nangka kita semua prepare untuk keliling Batu dengan nyarter angkot. Pukul 16:00 kami berangkat dengan tujuan awal ke Alun-alun Batu. Perjalanan sekitar 45 menit kami isi dengan bercanda tawa dan sebagian dari kami tertidur termasuk gue. Sekitar pukul 17:00 kami sampai di Alun-alun batu. Kami disambut dengan Bianglala yang super gede dan Udara yang bener-bener sejuk.

Ritual keliling-keliling dan foto-foto tak mungkin terhindarkan. Alun-alun batu ini gak begitu luas tapi cukup enak untuk sekedar menghilangkan penat. Alun-alun ini terjaga kebersihannya, bahkan di dalam alun-alunpun dilarang merokok. Jika ingin merokok udah disediakan smooking area di sisi luar alun-alun. Setelah puas berkeliling dan foto-foto kami kulineran disekitar alun-alun, menikmati jajanan pinggir jalan. Banyak macam ada gorengan, pentol, jagung manis, dll. Di area luar alun-alun terdapat Kereta Kelinci yang siap membawa kita keliling-keliling. 

Tak terasa Adzan Maghribpun berkumandang dan beberapa dari kami langsung menuju ke Masjid Agung Batu yang ada diseberang Alun-alun. Setelah beribadah kita berencana naik bianglala dan menikmati Kota Batu dari atas sana. Karcis naik bianglala cuma 3000 sekali putaran. 


Setelah naik bianglala kami berfoto-foto sekali lagi dan segera meninggalkan alun-alun dan menuju ke Batu Night Spectacular. Perjalanan cukup dekat tak sampai 15 menit kami telah tiba di BNS. Langsung deh kita masuk, eh lupa sebelum masuk action dulu.

Tiket masuk BNS 20.000 dan kami pun langsung masuk dan berpencar, sebelum berpencar kami janjian untuk bertemu lagi di Taman Lampion. Gue, Jo dan Rizky langsung menuju ke Rumah Hantu. Tiket masuknya cuma 10.000. Di sini kita diberi pilihan mau jalan kaki atau naik kereta. Kalau naik kereta maksimal berdua, kalau jalan kaki maksimal berenam. Karena kami bertiga akhirnya kami pilih jalan kaki aja. Dan masuklah kami bertiga. Rizky paling depan Jo ditengah dan Gue paling belakang. Gue kira Jo paling berani karena dia yg maksa gue untuk ikutan masuk ternyata dia yang paling histeris begitu masuk ke dalem. Dia sampek meluk Rizky dan kadang lari juga. 

Setelah perjalanan kaget-kagetan sama hantu boneka kita pun menuju ke Rumah Kaca. Rumah kaca ini mungkin satu-satunya Wahana yang GERATIIIIS. Ya pencari gratisan kayak kita pasti masuk lah. Tapi tak begitu seru karena tempatnya terbuka dan cukup terang sehingga cukup mudah untuk menemukan jalan keluarnya. Setelah ngaca dan sadar kalo gue cukup layak jadi suami dari Raline Shah gue pun beranjak ke Taman lampion. Tiket masuk Wahana ini 12.500. Setelah masuk taman Lampion kami berfoto2 dan sungguh sayang kesini kalo sendirian (baca : JOMBLO) soalnya tema-tema di taman lampion ini cinta-cintaan. 




Setelah puas foto-foto kita bertiga duduk di kursi yang disediakan disana sambil menikmati pemandangan kota Batu dan sesekali melihat balapan Gokart. Kami cukup lama duduk terdiam disana sambil menunggu rombongan Tante tadi. Setelah kami semua berkumpul kami berfoto keluarga bersama dan pulang. Dalam perjalanan pulang kami sempat mampir makan di sekitaran Stasiun Malang. Setelah makan kami langsung bergegas ke Wisma dan Tidur.

Esok paginya rencana kita bangun pukul 07.00 dan bergegas ke Coban Rondo. Tapi rencana tinggalah rencana kami baru bangun pukul 08.00. Gue sendiri pukul 07.15 udah bangun dan mencoba bangunin lainnya tapi gak ada reaksi apapun yasudah akhirnya gue bergegas mandi dan siap2. Sekitar pukul 08.30 kami semua telah siap untuk berangkat dan check out dari wisma. Kami berangkat ke Coban Rondo dengan angkot carteran lagi.

Perjalanan menuju Coban Rondo lebih jauh dari pada semalem. Kurang lebih 75 menit kita baru sampai lokasi. Mereka bertujuh makan di warung yang ada disana sedangkan gue udah makan disekitaran wisma saat mereka masih asyik ngorok tadi pagi. Setelah urusan makan beres akhirnya kita berjalan menuju air terjun.  Jarak dari parkiran ke Air terjun cukup dekat. Cukup 5 menit kita sudah sampai di Air Terjun. 




Setelah puas kecipratan air yang begitu derasnya turun kami berjalan kembali ke parkiran. Ditengah perjalanan ada seekor monyet ekor panjang yang sedang pose di atas batu dan gue pun berusaha ke belakang monyet itu untuk foto tapi ternyata monyet itu merasa terganggu dan mengamuk ke gue. Untung gue langsung lari mundur dan si monyet itu gak mengejar. 

Setelah sampai di parkiran kita langsung menuju ke Terminal Arjosari untuk menuju ke Probolinggo. Perjalanan ke Arjosari cukup jauh tapi itu gak kerasa karena kami semua tertidur. Tau-tau kita udah sampek di Pintu masuk terminal Arjosari. Di terminal ini kami menunggu Hellen yang akan ikut kita ke Bromo. Akhirnya kami naik bis ekonomi ke Probolinggo dengan biaya 16.000 saja dan didalam bisa kami hanya bisa tidur.